Senin, 13 November 2023

Band Seveenten: Perjalanan dan Akhir dari Band Seventeen


BAND SEVENTEEN INDONESIA

Band Seventeen adalah sebuah grup musik asal Indonesia yang terkenal dalam industri musik Indonesia. Grup ini dibentuk pada tahun 1999 dan terdiri dari anggota seperti Ifan, Herman, Bani, Andi, dan beberapa anggota lainnya yang telah berubah sepanjang sejarah grup. lagu dari band seventeen ini sangat indah bahkan lagu ini bisa dinyanyikan di suasana hati bahagia dan sedih. Lagu ini mulai trend pada tahun 2023. Trend ini kembali karena seseorang yang mengubah sedikit nadanya untuk dijadikan lagu Galau dan akhirnya trend.


Lion Jehuda Dwinida Nugraha (9E/20)



A. PERJALANAN BAND SEVENTEEN

SWEET SEVENTEEN (1999)

Band ini terbentuk atas prakarsa Yudhi Rus Harjanto (gitar), Herman Sikumbang (gitar), dan Windu Andi Darmawan (drum), yang bersekolah di sebuah SMA swasta di Yogyakarta. Dengan keinginan serius dalam membentuk band, mereka menggaet Muh Awal Purbani, (bass) sepupu Yudhi, taklama Donny Rahardjo, (vocal) ikut bergabung. Seventeen sebelumnya bernama (Sweet Seventeen), secara resmi dibentuk pada tanggal 17 Januari 1999 Pukul 17.00. Dan saat itu semua personel berusia 17 tahun, tetapi ada sesuatu dan lain hal vocalisnya mengundurkan diri, formasi Seventeen pun berubah, ketika Donny Rahardjoe di gantikan Untung

SWEET SEVENTEEN (1999)

Formasi kedua ini cukuplah singkat, hanya bertahan beberapa bulan saja bersama Untung, kemudian Shofia Ahmad alias Mamat Bono bergabung menggantikan Unttung.

SWEET SEVENTEEN (1999-2001)

Pada akhir tahun 1999 mereka cukup berjodoh dengan Shoifi Ahmad (Mamat Bono), dengan formasi ini mereka mulai tampil dari studio hingga ke kafe kafe di daerah Yogyakarta.

Pada awal tahun 2001 lagi lagi mereka untuk ke 3 kalinya harus merelakan vocalis nya, pengunduran Mamat cukup membuat Seventeen kaget, pasalnya mereka sudah bercita-cita untuk berkarya secara profesional, namun lagi-lagi semua sirna.

SEVENTEEN (2001-2006)

Kekosongan vocalis membuat Seventeen terus mencari pengganti Mamat yang akhirnya Yohan Doni Saputro (Doni Tato) eks pemain bassis Esnanas band terpilih menjadi vocalis band ini. Dengan Formasi inilah seventeen mulai menawarkan materi demo ke perusahaan rekaman dan baru pada tahun 2003, Seventeen diterima di label Universal Music Indonesia. Album perdana mereka, Bintang Terpilih dirilis pada tanggal 17 Juli 2003, Mereka menggaet VJ MTV pada saat itu, Arie Untung untuk berduet di lagu "Jibaku". Album ini berhasil mencapai angka penjualan mencapai 75 ribu salinan dan beberapa lagunya digunakan untuk soundtrack sinetron, salah satunya adalah lagu "Jibaku" yang dipakai di sinetron Inikah Rasanya. Namun tidak berselang lama, pihak label mereka menutup divisi lokalnya. Selama dua tahun, mereka tidak memiliki kontrak label.

Saat divisi lokal Universal Music kembali dibuka, Seventeen segera kembali menandatangani kontrak. Mereka kemudian merilis album kedua, Sweet Seventeen pada tahun 2005 dengan hits singel "Jika Kau Percaya".

SEVENTEEN (2006-2013)

Pada tahun 2006 Seventeen sempat vakum, Doni dan Andi keluar dari Seventeen. Alasan Doni mengundurkan diri lantaran dirinya harus bertahan hidup setelah bencana gempa yang melanda Yogyakarta, berbeda dengan Andi yang sempat keluar karena menjadi karyawan di salah satu bank. Personel yang tersisa sempat kebingungan mencari pengganti Doni untuk posisi vokalis yang krusial. Setelah melalui proses audisi, mereka menggaet Ifan sebagai vokalis baru.

Perbedaan karakter vokal antara Doni dan Ifan membuat perubahan dalam musik Seventeen. Pada Pertengahan tahun 2007 Seventeen menggarap materi Album ketiga Lelaki Hebat yang dirilis pada tahun 2008 dengan perubahan warna musik yang drastis dari rock menjadi sangat pop.

Untuk album ketiga ini, Seventeen merilisnya di pusat perbelanjaan barang elektronik Glodok yang selama ini terkenal sebagai tempat para pembajak.[1] Album ini menghasilkan hits "Selalu Mengalah", yang menghasilkan kesuksesan luar biasa di masa itu.

Setelah rilis album ketiga Seventeen, Andi kembali bergabung sebagai drummer setelah sebelumnya sempat hengkang karena fokus terhadap pekerjaannya sebagai karyawan bank. Pada tahun 2011, band ini merilis album keempat mereka, Dunia Yang Indah, dengan hits singel "Jaga Slalu Hatimu".

SEVENTEEN (2013-2018)

Pada tahun 2013, karena perbedaan visi, akhirnya Yudhi memilih hengkang dari grup musik Seventeen.

Dengan pengunduran Yudhi Seventeen tetap melanjutkan perjuangan mereka dengan di rilisnya album yang berjudul 5ang Juara yang melahirkan single "Sumpah Ku Mencintaimu". Album ini juga berisi beberapa lagu lama Seventeen yang di aransemen ulang, baik dari era vokalis Doni maupun vokalis Ifan.

Pada tanggal 31 Maret 2016 Seventeen kembali merilis album bertitle Pantang Mundur. Hits Single di album ini di antaranya Bukan main main, Cinta jangan sembunyi sembunyi, Kemarin, Aku gila dan masih banyak lagi. Sukses rilis Album ke enam Seventeen berencana kembali merilis Album ketujuh pada tahun 2018 bertepatan dengan ulang tahun Seventeen yang ke 20 tahun, tetapi tak di sangka album keenam inilah merupakan album terakhir seventeen dalam berkarya.


B. TSUNAMI PERPISAHAN

Pada 22 Desember 2018, Seventeen mengadakan acara bersama PLN di Tanjung LesungPandeglangBanten. Mereka mengadakan acara yang akhirnya berujung Tsunami Selat Sunda menerjang Panggung mereka dari belakang. Bani, Herman, Oki (manager Seventeen), dan Andi dinyatakan meninggal di kejadian itu. Ifan, satu-satunya personel yang selamat dari peristiwa mengumumkan karier solo-nya pada 24 Desember 2018, bertepatan setelah semua personel Seventeen ditemukan meninggal, dan pada hari yang sama ia menyatakan Seventeen telah bubar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Chalkzone: Masa Lalu yang sudah Tamat

  Chalkzone Blog buatan Lion Jehuda 9E/20 Mengenang kembali film CHALKZONE Generasi tahun 2000-an mungkin masih ingat dengan kartun yang ser...